DELI SERDANG – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memperkuat strategi penurunan angka kematian ibu dan bayi dengan program pendampingan khusus bagi ibu hamil berisiko tinggi.
Salah satu inovasi terbaru adalah penandaan rumah ibu hamil dengan stiker merah, sebagai identifikasi prioritas pelayanan kesehatan.
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa ibu hamil berisiko tinggi akan mendapat perhatian ekstra, mulai dari jadwal pemeriksaan Antenatal Care (ANC), pendampingan oleh kader, hingga penjemputan menjelang persalinan jika diperlukan.
Baca Juga: RSUD Drs H Amri Tambunan Kini Miliki Layanan Kemoterapi, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Kanker di Deli Serdang "Terutama bagi ibu-ibu dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, intervensi pemerintah harus hadir," kata Bupati saat membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penurunan Angka Kematian Maternal dan Neonatal di RSUD Drs H Amri Tambunan, Kamis (8/1).
Program ini melibatkan sekitar 2.900 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK), didukung unsur PKK, bidan desa, kader KB, dan kader Posyandu. Bupati menekankan pentingnya integritas para kader.
"Tidak boleh ada kader yang hanya ingin menerima honor tanpa bekerja. Kita butuh orang yang benar-benar mau turun ke lapangan dan peduli," ujarnya.
Selain itu, Bupati menekankan pelayanan rujukan ibu dan bayi berisiko harus dilakukan secara cepat dan proaktif.
Puskesmas maupun rumah sakit diminta tidak menunggu, tetapi segera menjemput pasien menggunakan ambulans bila diperlukan.
"Ini perintah. Jika tidak dilaksanakan, akan ada sanksi. Kita ingin tidak ada lagi keterlambatan penanganan yang berujung pada kematian ibu dan bayi," tegasnya.
Bupati berharap sepanjang 2026, angka kematian maternal dan neonatal serta stunting di Deli Serdang mengalami penurunan signifikan.
Ia juga menekankan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) keluar dari zona nyaman dan bekerja sungguh-sungguh demi masyarakat.