JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, varian influenza A (H3N2) yang disebut Subclade K atau populer dikenal sebagai "super flu" tidak menimbulkan ancaman serius seperti COVID-19.
Virus ini memang menular cepat, tetapi risiko kematiannya sangat rendah.
"Ini sebenarnya virus H3N2. Sudah lama ada, puluhan tahun kita lihat. Sekarang muncul subclade baru, tapi bukan virus baru seperti COVID. Penularannya cepat, tetapi risikonya kematian sangat rendah," ujar Menkes dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (7/1).
Baca Juga: Bukan Operasi Penangkapan Biasa: Strategi Perang AS Berbasis Pusat Gravitasi Menurut Budi, virus H3N2 cenderung meningkat pada musim tertentu, seperti musim dingin.
Di Indonesia, kasus masih tergolong rendah dan dapat ditangani dengan pengobatan biasa.
Hingga kini, tercatat 62 pasien dengan varian Subclade K sudah dalam keadaan sehat.
Menkes menekankan masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada.
"Subclade K ada di sekitar kita. Ini sama seperti flu biasa, bukan seperti COVID-19 varian Delta yang mematikan," kata Budi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, pola hidup sehat, dan kesadaran terhadap gejala flu, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.*
(d/dh)