JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah 286 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi dapur umum untuk melayani korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Aksi cepat ini ditujukan untuk memastikan kebutuhan makan bergizi para pengungsi terpenuhi di hari-hari pertama pascabencana.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebutkan, dari total 286 SPPG, sebanyak 173 berada di Sumut, 66 di Sumbar, dan 55 di Aceh.
Baca Juga: Korban Bencana Sumatera Capai 604 Orang, 464 Masih Hilang Semua SPPG yang dilibatkan merupakan unit yang tidak terdampak langsung bencana dan memiliki infrastruktur siap, termasuk juru masak, peralatan masak, pengantaran, serta rantai pasok yang terorganisir.
"Hari pertama bencana, SPPG paling siap. Alhamdulillah, 286 SPPG ini langsung melayani pengungsi dan menyediakan makan bergizi bagi kurang lebih 600 ribu jiwa," ujar Dadan saat Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Selain melayani kebutuhan gizi, sebagian besar SPPG yang terdampak bencana terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar, sehingga pengalihan fungsi SPPG menjadi dapur umum dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan bantuan cepat.
Dengan langkah cepat ini, BGN berharap dapat menjaga kesehatan para pengungsi sekaligus mengurangi risiko penyakit akibat malnutrisi pascabencana.*
(d/dh)