MEDAN – Polda Sumatera Utara menegaskan bahwa pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Sumut berjalan lancar, transparan, dan tanpa kendala pendanaan.
Program ini bahkan menjadi pilot project nasional dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan, "Beberapa polres bahkan mampu membangun lebih dari satu SPPG sebagai bentuk komitmen mendukung program prioritas pemerintah. Pembangunan diawasi langsung Irwasda Polda Sumut, dan seluruh mekanisme mengikuti instruksi pimpinan."
Baca Juga: Bupati Simalungun Lantik Pengurus Baznas Periode 2023–2028, Komitmen Sisihkan 10% Gaji untuk Zakat Irwasda Polda Sumut, Kombes Pol Nanang Masbudi, menambahkan bahwa pola pendanaan SPPG kuat karena adanya kemitraan resmi di tingkat polres.
"Satgas SPPG bekerja sama dengan Primkopol. Jika anggaran belum mencukupi, support tambahan bisa diajukan ke Bank Mandiri, sesuai MoU pusat dengan pihak bank," jelasnya.
Terkait sejumlah SPPG yang belum diresmikan, Irwasda menegaskan hal itu bukan karena masalah anggaran, melainkan tahapan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
"Saat ini sudah ada 22 SPPG beroperasi, dan akan bertambah secara bertahap," ujarnya.
Lebih jauh, Polda Sumut menegaskan sistem keamanan pangan di SPPG mengikuti standar BGN.
Semua makanan yang diproduksi melalui pemeriksaan ketat mulai dari pembuatan hingga distribusi.
"SPPG Sumut kini menjadi rujukan nasional, baik dari sisi bangunan, desain, maupun penerapan security food," kata Irwasda.
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan SPPG memprioritaskan daerah 3T (terdalam, terluar, terjauh).
Program ini merupakan wujud kepedulian sosial para kapolres dalam mendukung program pemerintah.