JAKARTA- Jalan kaki selama ini dipandang sebagai olahraga paling sederhana dan murah.
Namun, semakin banyak studi menunjukkan bahwa aktivitas ringan ini memiliki kemampuan membakar kalori yang tak bisa diremehkan dengan syarat dilakukan dengan teknik yang tepat.
Para pakar menilai cara seseorang melangkah, mengayun lengan, hingga memilih permukaan rute turut menentukan seberapa besar lemak yang bisa dihilangkan.
Baca Juga: Mahasiswa Teknik Elektromedis UAD Aceh Gelar Temu Ramah Bersama Dosen dan Alumni Teknik yang keliru membuat pembakaran kalori tidak optimal, sementara teknik yang tepat dapat membuat jalan kaki menyaingi efektivitas jogging ringan.
Jalan Cepat: Fondasi Utama Pembakaran Lemak
Pakar kebugaran menyebut ritme "100 langkah per menit" sebagai standar jalan cepat.
Pada intensitas ini, seseorang masih dapat berbicara tetapi tidak mampu bernyanyi.
Ritme tersebut mendorong detak jantung masuk zona sedang titik ideal untuk memaksa tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar.
Jalan cepat selama 30–45 menit hampir setiap hari terbukti menurunkan berat badan dan mengecilkan lingkar pinggang.
Interval Walking: Pola Cepat-Lambat yang Picu Afterburn Effect
Pola latihan interval kini dianggap sebagai teknik paling efisien.
Kombinasi berjalan cepat 1–3 menit lalu pemulihan 2 menit membuat tubuh bekerja lebih keras dan menghasilkan afterburn effect.