KARO — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Karo, Ny. Roswitha Antonius Ginting, menegaskan komitmennya memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Hal itu disampaikan Roswitha saat memimpin Rapat Kelompok Kerja Operasional (Pokja) Posyandu Kabupaten Karo yang berlangsung di Hotel Internasional Sibayak, Berastagi, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh kader Posyandu dari 17 kecamatan di Kabupaten Karo, serta dihadiri pejabat lintas instansi terkait, antara lain Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dr. Jasura Pinem, M.Kes, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas PMD, Marianta Br. Ginting, S.K.M, dan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappedalitbang, Nensi Septina Br. Perangin-angin, S.E., M.M.
Baca Juga: Sekda Bali Dewa Indra Ajak Tenaga Kesehatan Tak Henti Belajar Hadapi Dinamika Penyakit Baru Dalam sambutannya, Roswitha menekankan pentingnya pelaksanaan enam standar minimal Posyandu agar pelayanan masyarakat di tingkat desa dapat berjalan lebih optimal.
"Posyandu merupakan garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Dengan sinergi lintas sektor, kami ingin memastikan Posyandu di setiap desa berfungsi efektif dan berdaya guna," ujar Roswitha.
Rapat tersebut juga menjadi wadah berbagi praktik baik antarposyandu dari berbagai kecamatan.
Para kader menyampaikan paparan tentang inovasi layanan, strategi peningkatan partisipasi masyarakat, serta upaya peningkatan gizi anak dan ibu hamil di wilayah masing-masing.
TP-PKK Kabupaten Karo melalui forum Pokja ini berkomitmen memperkuat kapasitas kader dan memperluas dampak program Posyandu sebagai bagian dari implementasi visi pembangunan daerah, yaitu "Karo Unggul, Karo Berbudaya, dan Karo Sejahtera."
"Keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari kesehatan dan kesejahteraan keluarga di tingkat desa. Itulah sebabnya Posyandu harus menjadi motor penggerak utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan berdaya," pungkas Roswitha.*
(ad)