MEDAN - Upaya global untuk mengatasi krisis kekurangan donor organ mencapai tonggak baru.
Uji klinis pertama di dunia untuk menilai efektivitas transplantasi ginjal babi ke manusia kini resmi dimulai di Amerika Serikat.
United Therapeutics, perusahaan biotek yang mengembangkan ginjal babi hasil rekayasa genetik, mengumumkan bahwa transplantasi awal dari studi ini telah berhasil dilakukan di NYU Langone Health.
Baca Juga: MK Tolak Uji Materi Batas Usia Pemuda, Jadi yang 31 ke Atas Siap-Siap Dibilang “Tua”! Studi ini menandai langkah maju penting dalam bidang xenotransplantasi, yakni transplantasi organ hewan ke manusia.
Dr Robert Montgomery, pemimpin tim transplantasi di NYU, menyebutkan bahwa uji klinis awal akan melibatkan enam pasien.
Informasi spesifik mengenai operasi dan identitas pasien tidak dipublikasikan demi menjaga privasi.
Jika berjalan lancar, uji klinis bisa diperluas hingga 50 peserta dengan bergabungnya pusat transplantasi tambahan.
"Langkah ini bergerak ke arah yang benar," kata Montgomery.
"Kemampuan untuk kembali menjalani dialisis juga memberikan jaring pengaman bagi pasien."
Transplantasi ginjal babi gene-edited sebelumnya menunjukkan hasil beragam.
Rekor terbaru dicatat seorang pasien yang ginjalnya bertahan selama 271 hari sebelum akhirnya diangkat karena menurun fungsinya.
Uji klinis United Therapeutics menggunakan ginjal babi dengan sepuluh modifikasi genetik.