BAGANSIAPIAPI — Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan warga binaan lanjut usia, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi bekerja sama dengan Puskesmas Bagansiapiapi menggelar kegiatan Posyandu Lansia di dalam lingkungan lapas, Rabu (15/10).
Sebanyak 26 warga binaan pemasyarakatan (WBP) berusia lanjut mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan ini.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Asih Widodo, yang menekankan pentingnya pelayanan kesehatan menyeluruh, termasuk bagi kelompok rentan seperti lansia yang tengah menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Baca Juga: Bupati Simalungun Sidak Kantor Kecamatan dan Puskesmas: Pelayanan Masyarakat Jangan Setengah-Setengah! Selama kegiatan berlangsung, para warga binaan lansia mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, hingga pemeriksaan umum lainnya yang difasilitasi oleh tim medis dari Puskesmas.
"Kegiatan posyandu ini sangat penting untuk memantau kondisi kesehatan para warga binaan lansia. Melalui kerja sama ini, kami berharap mereka tetap dalam kondisi sehat dan layak menjalani pembinaan," ujar Islam Pryangono, Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi.
Salah satu tenaga medis dari Puskesmas Bagansiapiapi mengapresiasi inisiatif Lapas dalam memperhatikan kesehatan warga binaannya, khususnya kelompok lansia yang lebih rentan terhadap penyakit.
"Pemeriksaan rutin seperti ini sangat penting untuk mendeteksi dini potensi penyakit dan menjaga kebugaran para lansia di lingkungan Lapas. Kami menyambut baik kolaborasi ini," ungkap petugas kesehatan yang terlibat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, tetapi juga bagian dari pemenuhan hak dasar narapidana, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemasyarakatan.
Pihak Lapas berharap kegiatan Posyandu Lansia ini dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari program pembinaan kesehatan bagi warga binaan.
Sinergi antara Lapas dan fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas diharapkan mampu membentuk sistem pelayanan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan digelarnya Posyandu Lansia ini, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup warga binaan, tidak hanya dari sisi pembinaan mental dan spiritual, tetapi juga kesehatan fisik yang tak kalah penting.*