JAKARTA— Penderita gangguan ginjal disarankan untuk lebih selektif dalam memilih jenis sayuran yang dikonsumsi.
Meski sayur dan buah dikenal sebagai sumber makanan sehat, tidak semua aman bagi penderita gangguan ginjal, terutama yang mengandung kadar kalium tinggi.
Menurut GoodRX, kalium merupakan elektrolit penting dalam tubuh, namun jika ginjal tidak berfungsi optimal, senyawa ini bisa menumpuk dalam darah dan memicu gangguan irama jantung.
Baca Juga: Road Show Jaga Ginjal Indonesia di Bogor: Edukasi, Cek Kesehatan Gratis, dan Donor Darah Kondisi tersebut dikenal dengan istilah hiperkalemia, yang dapat berakibat fatal bila tidak segera dikendalikan.
Ginjal berfungsi menyaring limbah dan menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Saat fungsi ginjal menurun, kemampuan tubuh mengeluarkan kalium ikut berkurang. Karena itu, penderita gangguan ginjal dianjurkan membatasi sejumlah sayuran tertentu.
Beberapa jenis sayuran yang sebaiknya dihindari antara lain kentang dan ubi jalar, yang mengandung lebih dari 500 mg kalium per porsi sedang. Meski perebusan dapat mengurangi kadar kalium, jumlahnya tetap tergolong tinggi.
Selain itu, tomat juga perlu dibatasi, terutama dalam bentuk saus tomat yang mengandung hingga 728 mg kalium per cangkir. Penderita ginjal dapat menggantinya dengan saus rendah kalium seperti saus paprika merah panggang.
Sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam, daun bit, dan swiss chard juga termasuk tinggi kalium. Walaupun kaya nutrisi, konsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko batu ginjal karena kandungan oksalatnya.
Sementara itu, artichoke dan kelembak merah (rhubarb) turut masuk daftar sayuran yang perlu diwaspadai. Rhubarb diketahui mengandung kalsium oksalat tinggi yang dapat memicu pembentukan batu ginjal dan memperparah kondisi gagal ginjal.
Ahli gizi merekomendasikan agar penderita gangguan ginjal berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menentukan pola makan. Pemilihan jenis sayur dan porsi yang tepat dinilai dapat membantu menjaga kesehatan tanpa memperburuk fungsi ginjal.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat dan pengawasan medis rutin, penderita gangguan ginjal tetap dapat menjalani hidup sehat tanpa mengorbankan keseimbangan tubuh.*
(cn/mt)