JEMBER – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan pentingnya menjaga kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi keselamatan anak-anak.
"Pelaksana harus hati-hati betul. Kesehatan anak-anak ini bukan statistik. Mereka adalah nyawa dan masa depan. Makanan harus sehat, halal, dan tayib," ujar Gus Yahya saat meresmikan 42 Sentra Pemberdayaan dan Pengembangan Gizi (SPPG) NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jember, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025).
Gus Yahya menekankan NU siap mendukung pemerintah agar program MBG berjalan dengan baik. Saat ini tercatat 531 yayasan di bawah naungan NU telah mendaftar sebagai mitra program MBG, termasuk SPPG Tebuireng, Tambakberas, Darul Ulum, dan Zainul Hasan Genggong.
Baca Juga: Dalam Rapat DPR, Menkes Budi Gunadi Ungkap Biang Keracunan Massal MBG di Bandung Barat Sementara itu, Ombudsman RI menemukan sejumlah masalah dalam pelaksanaan MBG. Berdasarkan kajian cepat, Ombudsman mencatat empat bentuk maladministrasi, yakni: penundaan berlarut, diskriminasi dalam penetapan mitra, ketidakkompetenan penerapan SOP, dan penyimpangan prosedur pengadaan bahan.
Selain itu, terdapat delapan masalah utama dalam penyelenggaraan program MBG:
Kesenjangan lebar antara target dan realisasi capaian.
Maraknya kasus keracunan massal anak di berbagai daerah.
Penetapan mitra yayasan dan SPPG yang belum transparan dan rawan konflik kepentingan.
Keterbatasan dan penataan SDM, termasuk keterlambatan honorarium guru dan relawan.
Mutu bahan baku belum memenuhi standar AQL (Acceptance Quality Limit).
Penerapan standar pengolahan makanan, termasuk HACCP, belum konsisten.
Distribusi makanan belum tertib dan membebani guru di sekolah.