JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX
DPR RI, Charles Honoris, menilai Badan Gizi Nasional (
BGN) telah menerapkan pendekatan yang keliru dalam pelaksanaan
program Makan Bergizi Gratis (
MBG). Ia menyoroti masih banyaknya permasalahan yang muncul, termasuk ribuan kasus
keracunan makanan yang terjadi di sejumlah daerah."Kalau saat ini memang sepertinya pendekatannya masih kepada bagaimana menghadirkan dapur sebanyak-banyaknya. Mungkin Pak Dadan agak khawatir karena ada ancaman dari Pak Menkeu ya, kalau penyerapannya rendah anggaranya akan diambil untuk lembaga atau kepentingan lain," kata Charles kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senin (22/9).
Baca Juga: Kenapa DPR Masih Dijaga TNI-Polri? Ini Penjelasan Puan Maharani Menurut Charles, saat ini bukan waktu yang tepat untuk fokus menambah jumlah Sentra Penyediaan Pangan Gratis (SPPG). Sebaliknya,
BGN harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan
program MBG agar permasalahan seperti
keracunan makanan tidak terus berulang.Charles mengungkapkan, hingga kini terdapat lebih dari 6.000 kasus
keracunan makanan yang dikaitkan dengan
program MBG. Ia mengingatkan, semakin banyak jumlah dapur yang dioperasikan tanpa perbaikan sistem justru akan meningkatkan risiko korban
keracunan."Ini kan dengan jumlah dapur yang masih 8.000 kurang lebih. Tapi nanti dapur semakin banyak jumlahnya, kan target 25.000 ini sampai akhir tahun. Kalau dengan presentasi yang sekarang jumlah yang terkena atau menjadi korban
keracunan juga pasti akan lebih tinggi lagi angkanya," ujarnya.