BOGOR - Insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kota Bogor kini memasuki babak baru. Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi bahwa makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para siswa terkontaminasi bakteri berbahaya, yakni Salmonella dan Escherichia coli (E. coli).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman, Jakarta, pada Rabu (14/5/2025).
"Kami sudah cek bahwa penyebabnya, ini sudah keluar dari lab bahwa ada istilahnya kontaminasi Salmonella dan E. Coli ya, dari bakteri," jelas Dadan.
Berdasarkan investigasi laboratorium, bakteri tersebut ditemukan berasal dari bahan baku makanan, seperti telur dan sayuran, serta kemungkinan juga dari air yang digunakan dalam pengolahan makanan.
"(Kontaminasi) itu dari air, ada di bahan baku, telur dan juga ada di sayuran. Saya bertanya juga kepada korbannya bahwa tidak ada hal yang mencurigakan terkait hal itu (makanan terkontaminasi)," tambah Dadan.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor per Selasa (13/5/2025) menunjukkan bahwa sebanyak 223 siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG. Rinciannya:
45 siswa menjalani rawat inap
49 siswa menjalani rawat jalan
129 siswa mengalami keluhan ringan
Kasus ini terjadi dalam rentang waktu 7–12 Mei 2025, dan terus mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Langkah Perbaikan: Penyajian Harus Lebih Cepat
Sebagai bentuk tindak lanjut, BGN menyatakan akan mempercepat proses penyajian makanan agar dapat dikonsumsi dalam waktu singkat sejak disiapkan. Langkah ini untuk meminimalisir risiko pertumbuhan bakteri selama makanan belum dikonsumsi.