JAKARTA – Vitamin D selama ini dikenal luas sebagai suplemen yang diyakini mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah infeksi saluran pernapasan seperti pilek dan bronkitis. Namun, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal The Lancet mengungkapkan bahwa suplementasi vitamin D tidak memberikan perlindungan signifikan secara statistik terhadap infeksi pernapasan akut.
Temuan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat vitamin D merupakan salah satu suplemen paling populer di Amerika Serikat setelah multivitamin, menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Dalam studi berskala besar ini, para peneliti menganalisis 46 studi yang melibatkan lebih dari 64.000 partisipan dari berbagai latar belakang usia dan kondisi kesehatan. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok yang mengonsumsi vitamin D dan kelompok plasebo dalam hal risiko terkena infeksi pernapasan, termasuk pilek dan bronkitis.
Penelitian ini juga menyanggah temuan dari meta-analisis sebelumnya pada tahun 2021 yang sempat menyebutkan bahwa konsumsi harian vitamin D memberikan perlindungan moderat.
Vitamin D Tetap Penting, Tapi Bukan untuk Cegah Pilek
Meski efektivitas vitamin D dalam mencegah pilek kini dipertanyakan, kadar vitamin D yang cukup tetap penting untuk mendukung fungsi imun, menjaga kesehatan tulang, dan membantu mengurangi peradangan. Suplementasi mungkin tetap diperlukan bagi kelompok tertentu seperti penderita osteoporosis atau mereka yang tinggal di wilayah dengan paparan sinar matahari rendah.
Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang diperkaya vitamin D seperti susu, sereal, dan ikan berlemak, daripada hanya mengandalkan suplemen.
Cara Lebih Efektif Mencegah Infeksi Pernapasan
Ketimbang menggantungkan harapan pada suplemen saja, para peneliti dan tenaga kesehatan lebih menganjurkan pendekatan yang menyeluruh, seperti:
Mengonsumsi makanan bergizi
Menghindari asap rokok