Kuwait Murka, Sebut Serangan Houthi ke Bandara Riyadh Keji & Bantai 12 Orang Sipil

Nurul - Minggu, 11 Oktober 2026 14:01 WIB
Serangan Houthi di bandara Arab Saudi (BBC World)

JAKARTA - Pemerintah Kuwait mengecam keras serangan kelompok Houthi yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Kuwait menyebut serangan tersebut sebagai tindakan keji dan pengecut serta menilai aksi itu melanggar hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

Kecaman tersebut disampaikan melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri Kuwait. Pemerintah Kuwait juga menyoroti serangan berulang terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur penting yang dinilai dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Dilansir dari Al Jazeera, Minggu (11/10/2026), Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga: Bandara Riyadh Mencekam Dihantam Rudal Houthi! 12 Orang Tewas, Trump Ancam Ikut Turun Tangan

"Serangan tersebut keji dan pengecut," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Kuwait.

Kuwait juga menilai serangan berulang terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur vital merupakan eskalasi berbahaya yang mengancam keselamatan masyarakat.

"Berulangnya tindakan permusuhan sistematis yang menyasar fasilitas sipil dan infrastruktur vital ini merupakan eskalasi yang berbahaya," lanjut pernyataan tersebut.

Selain mengecam serangan tersebut, Kuwait menegaskan solidaritas penuh terhadap Arab Saudi. Pemerintah Kuwait juga menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah yang diambil Riyadh untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara serta melindungi warga negara dan penduduk yang tinggal di wilayahnya.

Kuwait turut menyerukan masyarakat internasional agar mengambil sikap tegas terhadap serangan yang terus berulang.

Menurut Kementerian Luar Negeri Kuwait, langkah internasional diperlukan untuk memastikan perlindungan terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur penerbangan, sekaligus mencegah serangan serupa kembali terjadi.

Kuwait juga menekankan pentingnya memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut tidak lolos dari hukuman.

Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dilaporkan menewaskan 12 orang dan menyebabkan ratusan lainnya terluka. Serangan tersebut menyasar fasilitas penerbangan sipil dan memicu kecaman dari sejumlah pihak internasional.

Peristiwa tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur sipil serta stabilitas kawasan Timur Tengah.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Bandara Riyadh Mencekam Dihantam Rudal Houthi! 12 Orang Tewas, Trump Ancam Ikut Turun Tangan