MADRID — Gelombang panas yang melanda Spanyol sepanjang Juni hingga Agustus 2026 dikaitkan dengan lebih dari 5.000 kematian.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak sistem pencatatan kematian terkait panas dimulai pada 2015.
Data tersebut disampaikan otoritas kesehatan Spanyol pada Selasa, 1 September 2026.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Aceh Selasa 1 September 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Ribuan kematian tambahan itu terjadi di tengah musim panas yang disebut luar biasa panas di sejumlah wilayah Eropa.
Serangkaian gelombang panas yang melanda Eropa selama musim panas tahun ini juga telah dikaitkan dengan ribuan kematian tambahan.
Pemantau iklim Eropa melaporkan Juni dan Juli sebagai periode terpanas yang pernah tercatat untuk kawasan Eropa Barat.
Dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/9/2026), Institut Kesehatan Carlos III mencatat jumlah kematian akibat panas di Spanyol pada Juni hingga Agustus mencapai lebih dari 5.000 orang.
Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya pada periode yang sama pada 2022, yakni sebanyak 4.652 kematian.
Jumlah kematian tahun ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 3.651 kematian yang tercatat pada periode yang sama pada 2025.
Sementara pada 2024, tercatat 1.977 kematian dalam periode tiga bulan tersebut.
Perkiraan jumlah kematian tersebut diperoleh melalui Sistem Pemantauan Kematian Spanyol atau MoMo.
Sistem ini memantau angka kematian harian di seluruh wilayah Spanyol.