Bamsoet Dorong Pembentukan TNI Angkatan Siber untuk Kemandirian Pertahanan Indonesia

BITVonline.com - Sabtu, 05 Oktober 2024 09:57 WIB

JAKARTA -Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI ke-16 dan mantan Ketua DPR RI ke-20, mengingatkan pentingnya pembentukan TNI Angkatan Siber. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk mencapai kemandirian pertahanan dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak asing di tengah ancaman yang semakin kompleks.

Bamsoet menekankan bahwa posisi geopolitik Indonesia saat ini cukup rawan. Negara ini berbatasan langsung dengan negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Australia yang tergabung dalam perjanjian pertahanan yang kuat, serta berada di tengah pertarungan geopolitik antara Rusia, China, dan Amerika Serikat. Dalam konteks ini, pembentukan Angkatan Siber sebagai matra keempat TNI sangat diperlukan.

“Dunia saat ini telah memasuki era digitalisasi, di mana operasi militer dapat dilakukan dari jarak yang jauh dengan lebih cepat, tepat, dan akurat. Oleh karena itu, saatnya bagi Indonesia untuk memiliki Angkatan Siber yang dapat memperkuat tiga matra TNI yang sudah ada,” ungkap Bamsoet di Jakarta.

Dia juga menjelaskan bahwa beberapa negara di dunia sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi perang generasi kelima yang berfokus pada siber. Amerika Serikat, misalnya, memiliki U.S. Cyber Command yang bertugas melindungi jaringan militer dan melakukan operasi siber ofensif. Di sisi lain, China memiliki unit siber di bawah People’s Liberation Army (PLA) yang terampil dalam spionase siber serta serangan terhadap infrastruktur kritis negara lain.

Selain itu, Rusia juga memiliki unit siber di bawah Federal Security Service (FSB) dan Main Intelligence Agency (GRU) yang terlibat dalam operasi canggih. Negara-negara lain, seperti Korea Utara dan Iran, juga memiliki kemampuan siber yang agresif dan sering melakukan serangan terhadap infrastruktur kritis di negara lain.

Bamsoet menegaskan bahwa pembentukan TNI Angkatan Siber adalah langkah strategis untuk menghadapi tantangan pertahanan yang lebih kompleks di masa depan. “Hal ini memerlukan perencanaan dan strategi yang matang, serta kolaborasi lintas sektor yang kuat. Selama Angkatan Siber belum terbentuk, langkah bijak adalah memperkuat satuan atau lembaga siber yang sudah ada,” tambahnya.

Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Bamsoet dan Komisi III DPR RI dalam menanggapi tantangan keamanan siber yang terus berkembang. Sebagai negara yang memiliki potensi besar, Indonesia diharapkan dapat segera membangun kekuatan di bidang siber untuk melindungi kedaulatan dan kepentingan nasional.

Dengan latar belakang yang semakin kompleks dan dinamika geopolitik yang berubah cepat, pembentukan TNI Angkatan Siber tampaknya menjadi langkah yang tidak bisa ditunda lagi. Keberadaan unit ini akan menjadi kunci untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia di era.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Tersangka Kasus Korupsi Anoda Logam Siman Bahar Dikabarkan Meninggal di China, KPK Siapkan SP3

Internasional

Eks Direktur Gas Pertamina Dituntut 6,5 Tahun dalam Kasus Korupsi LNG: Ini Sangat Berat

Internasional

Hipotermia Saat Turun Gunung Leuser, Pendaki Asal Binjai Meninggal Dunia: Dimakamkan di Jalur Pendakian atas Persetujuan Keluarga

Internasional

Ketua Pemuda Katolik Diperiksa Polda Metro Terkait Laporan terhadap Jusuf Kalla, Serahkan Bukti Digital

Internasional

BGN Bantah Isu Pengadaan Rp4 Triliun: Tidak Benar

Internasional

Polrestabes Medan Ungkap 119 Kasus Kriminal, Wali Kota Rico Waas Tegaskan Medan Tak Boleh Jadi Ruang Aman bagi Narkoba dan Judi