GAZA — Utusan utama Board of Peace (BoP) untuk Gaza, Palestina, Nickolay Mladenov, mengatakan Israel akan mundur dari Jalur Gaza apabila proses pelucutan senjata di wilayah tersebut telah dilakukan dan dapat diverifikasi.
Pernyataan itu disampaikan Mladenov pada Ahad, 9 Agustus 2026.
Ia mengatakan mekanisme tersebut menjadi bagian dari peta jalan yang bertujuan memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi keamanan Israel.
Baca Juga: Pendiri Sekolah Harapan Ibu Prihatin Temuan Ratusan Senjata, Yayasan Minta Sekolah Disterilisasi Peta jalan tersebut bertujuan "untuk memastikan bahwa Gaza tidak akan pernah lagi menjadi ancaman bagi keamanan Israel agar kejadian sebelum 7 Oktober tidak terulang kembali," ujar Mladenov kepada Channel 12 Israel.
Menurut Mladenov, penarikan pasukan Israel tidak akan dilakukan sebelum terdapat langkah konkret dan terverifikasi terkait pelucutan senjata di lapangan.
"Tidak ada pihak yang diwajibkan melakukan apa pun - terutama Israel - sebelum kita benar-benar memiliki langkah - langkah terverifikasi di lapangan," jelasnya, dikutip dari Anadolu pada 10 Agustus.
"Jika ada penonaktifan senjata yang terverifikasi - di mana senjata-senjata itu diambil dari berbagai faksi, disimpan, dan pada akhirnya dibuat tidak dapat digunakan lagi - maka Israel akan mundur dari Gaza," klaimnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan penolakannya terhadap peta jalan 15 poin yang diusulkan Board of Peace untuk menjalankan tahap kedua rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi Gaza.
Netanyahu menegaskan pasukan Israel hanya akan mundur apabila Hamas telah dilucuti senjatanya.
Mladenov mengatakan peta jalan tersebut bertumpu pada tiga elemen utama.
Pertama, pelucutan senjata secara total di Gaza.
Kedua, pengalihan tanggung jawab pemerintahan wilayah tersebut kepada Board of Peace melalui komite nasional Palestina.