JENEWA — Pemerintah Iran memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali beroperasi normal dan terbuka sepenuhnya bagi kapal-kapal dagang internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keamanan jalur perairan strategis yang menjadi salah satu jalur utama distribusi energi global.
Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Ali Bahreini, menegaskan bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kini berjalan tanpa hambatan.
Baca Juga: Kapolda Aceh Pastikan Investasi Blok Andaman Aman, Siap Jamin Kenyamanan Investor "Selat itu sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal, termasuk kapal dagang," tegas Ali Bahreini kepada wartawan di Jenewa.
Menurut Bahreini, dalam beberapa hari terakhir sejumlah besar pengiriman minyak telah melintasi Selat Hormuz.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jalur pelayaran internasional di kawasan itu telah kembali beroperasi secara normal.
Pernyataan tersebut muncul setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan yang mencakup pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Sebelumnya, kedua negara dilaporkan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad secara elektronik sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Dalam dokumen tersebut, Amerika Serikat disebut memiliki kewajiban mencabut blokade angkatan laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Sementara itu, Iran berkomitmen memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz agar aktivitas perdagangan internasional dapat kembali berjalan normal.
Kesepakatan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang selama beberapa bulan terakhir memengaruhi stabilitas perdagangan dan distribusi energi dunia.
Sejumlah laporan juga menunjukkan peningkatan aktivitas kapal komersial di Selat Hormuz sejak kesepakatan mulai diberlakukan.