LEBANON — Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah selatan Lebanon dan menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk dua anak-anak, Kamis (28/5/2026). Selain korban jiwa, sedikitnya 21 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat rentetan serangan tersebut.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan, serangan paling mematikan terjadi di Kota Sidon dan wilayah Adloun, Distrik Sidon. Sebuah bangunan tempat tinggal dilaporkan hancur setelah dihantam serangan udara Israel.
"Lima orang tewas dalam serangan di Sidon, termasuk dua perempuan. Sedangkan 21 orang lainnya terluka, lima di antaranya anak-anak," demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Lebanon.
Baca Juga: Menlu Sugiono di PBB: Gaza Bukti Kegagalan Dunia Tegakkan Hukum Internasional Secara Adil Sementara itu, dalam serangan terpisah di wilayah Adloun, enam orang dilaporkan meninggal dunia. Korban tewas terdiri dari satu keluarga, termasuk dua anak-anak beserta kedua orang tuanya.
Militer Lebanon juga mengonfirmasi seorang tentaranya turut tewas akibat serangan Israel saat sedang melintas menggunakan kendaraan di wilayah Nabatieh.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah persiapan Lebanon dan Israel menghadapi putaran keempat perundingan yang dimediasi Amerika Serikat pada awal Juni mendatang.
Situasi di perbatasan Lebanon-Israel sendiri terus memanas meski gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah sebelumnya telah diumumkan berlaku sejak 17 April 2026. Namun, kedua pihak saling menuding melakukan pelanggaran gencatan senjata.
Sebelumnya, militer Israel menetapkan seluruh wilayah di selatan Sungai Zahrani sebagai zona tempur dan meminta warga segera mengungsi sebelum operasi militer dilakukan.
Media lokal Lebanon melaporkan sejumlah fasilitas sipil ikut terdampak serangan, mulai dari bangunan tempat tinggal, kafe hingga kendaraan warga.
Petugas penyelamat hingga kini masih melakukan evakuasi korban dari reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara tersebut. Ketegangan yang terus meningkat memicu kekhawatiran pecahnya konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.*
(d/dh)