WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kesepakatan damai dengan Iran segera tercapai. Dalam pernyataannya, Trump menyebut sebagian besar poin perjanjian sudah dinegosiasikan dan tinggal menunggu finalisasi.
Trump juga menegaskan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
"Sebagian besar (poin) kesepakatan berhasil dinegosiasikan, masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan beberapa negara lain," tulis Trump di akun Truth Social, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: TNI AL dan Pakistan Navy Gelar Latma Teman E Bahr, Kapal Selam hingga KRI Bermanuver di Laut Jawa Seorang sumber pejabat Amerika Serikat menyebut rancangan nota kesepahaman (MoU) yang tengah disusun mencakup penghentian konflik secara bertahap, pembukaan kembali Selat Hormuz, hingga pencabutan sebagian sanksi dan pembekuan aset Iran di sejumlah negara.
Selain itu, pembahasan juga mencakup pengurangan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta langkah menuju normalisasi hubungan dagang.
Namun, pernyataan Trump tersebut langsung mendapat bantahan dari pihak Iran. Kantor berita pemerintah Iran, Fars News, menyebut klaim pembukaan Selat Hormuz tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurut Fars, Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali Iran, meski ada kemungkinan pengaturan terbatas terkait jalur pelayaran.
Sementara itu, sejumlah pemimpin kawasan, termasuk Pakistan dan negara-negara Teluk, dikabarkan ikut terlibat dalam komunikasi diplomatik yang mendukung proses perdamaian tersebut.
Meski demikian, Iran menegaskan belum ada kesepakatan final yang mengubah status Selat Hormuz secara penuh.*
(in/dh)