WASHINGTON – Pria pelaku penembakan di dekat Gedung Putih, Amerika Serikat, dilaporkan tewas setelah terlibat baku tembak dengan agen Secret Service, Sabtu (23/5/2026) malam waktu setempat. Dalam insiden tersebut, satu warga sipil juga mengalami luka tembak.
Dilansir AFP dan CBS News, insiden bermula ketika pelaku melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service yang berjaga di pos pemeriksaan keamanan di sekitar Gedung Putih. Petugas kemudian membalas tembakan hingga mengenai pelaku.
Pelaku sempat dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Purbaya Siapkan ‘Action’ Baru, Rupiah Ditargetkan Kembali ke Rp15.000 "Setelah pria bersenjata itu melepaskan tembakan ke arah agen di pos pemeriksaan keamanan dekat Gedung Putih, petugas Secret Service membalas tembakan dan mengenai tersangka," demikian pernyataan Secret Service.
Dalam insiden tersebut, satu warga sipil turut tertembak. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti apakah tembakan berasal dari pelaku atau dari pihak aparat. Identitas korban sipil juga belum diungkapkan dan kondisinya masih belum diketahui.
Pihak Secret Service memastikan tidak ada anggotanya yang terluka dalam kejadian itu. Mereka juga menyebut Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, berada di dalam Gedung Putih namun tidak terdampak insiden.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan terkait identitas pelaku serta motif di balik aksi penembakan tersebut.*
(d/dh)