BEIJING - Rombongan delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Presiden Donald Trump dilaporkan membuang seluruh hadiah yang diterima dari pihak Tiongkok usai kunjungan ke Beijing pada 13–15 Mei 2026.
Langkah tersebut dilakukan saat rombongan meninggalkan Beijing menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One pada Jumat (15/5/2026). Seluruh barang yang dikumpulkan selama kunjungan disebut tidak dibawa ke dalam pesawat.
Sejumlah barang seperti telepon pribadi staf, lencana kredensial, hingga pin kerah yang diberikan pihak Tiongkok dilaporkan harus diserahkan sebelum keberangkatan.
Baca Juga: Rivalitas AS-Tiongkok Jadi Momentum Indonesia Perkuat Ketahanan Energi "Tidak ada barang dari Tiongkok yang diizinkan di pesawat," tulis koresponden Gedung Putih Emily Goodin dalam unggahan di platform X.
Dalam laporan yang beredar, staf Gedung Putih hingga wartawan diminta menyerahkan barang-barang tersebut ke tempat pembuangan yang telah disiapkan sebelum menaiki pesawat.
Meski demikian, belum ada penjelasan resmi terkait alasan pembuangan barang-barang tersebut. Namun langkah itu diduga berkaitan dengan faktor keamanan dan kekhawatiran potensi penyadapan.
Hal itu menguat di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang selama ini saling menuding terkait aktivitas spionase dan serangan siber.
Sejumlah pihak menilai, barang-barang pemberian selama kunjungan diplomatik berpotensi disusupi perangkat penyadap, meski hal tersebut belum dapat dipastikan secara resmi.
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan keterangan rinci terkait insiden tersebut.*
(dw/dh)