BEIJING — Delegasi Amerika Serikat dilaporkan membuang sejumlah barang pemberian pejabat China sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One di Beijing, Jumat (15/5/2026).
Langkah itu dilakukan sesuai protokol keamanan ketat yang melarang masuknya barang apa pun dari China ke dalam pesawat presiden AS.
Sejumlah staf Gedung Putih, personel Dinas Rahasia AS, hingga wartawan yang turut dalam rombongan terlihat mengumpulkan berbagai barang pemberian sebelum kemudian membuangnya ke tempat sampah di dekat tangga pesawat.
Baca Juga: Kode Redeem FF Hari Ini 17 Mei 2026, Klaim Diamond Gratis dan Skin Langka Sekarang! Barang-barang tersebut antara lain lencana, undangan pers, kredensial, telepon genggam, hingga memorabilia kunjungan.
Kebijakan tersebut bukan hal baru dalam hubungan diplomatik kedua negara.
Namun, dalam kunjungan terbaru Presiden AS Donald Trump ke China, prosedur itu disebut dilakukan secara terbuka di hadapan publik dan media.
Pemerintah AS menegaskan langkah itu berkaitan dengan kekhawatiran terhadap risiko keamanan, termasuk potensi penyadapan, pelacakan, dan ancaman siber melalui perangkat elektronik atau barang yang diberikan pihak asing.
Menurut laporan koresponden Gedung Putih New York Post, Emily Goodin, seluruh barang pemberian dari pejabat China dikumpulkan sebelum rombongan memasuki Air Force One dan kemudian dimusnahkan sesuai prosedur keamanan.
"Tidak ada barang dari China yang diizinkan di pesawat," ujar Goodin dalam laporannya di media sosial.
Selain itu, protokol keamanan juga diterapkan sejak awal perjalanan. Trump dan rombongannya disebut tidak menggunakan perangkat pribadi selama kunjungan ke China.
Ponsel dan perangkat elektronik pribadi ditinggalkan di Amerika Serikat, sementara komunikasi dilakukan menggunakan perangkat sekali pakai dengan sistem terbatas.
Perangkat tersebut bahkan disimpan dalam kantung Faraday di Air Force One untuk memblokir sinyal nirkabel seperti GPS, Wi-Fi, dan Bluetooth, guna mencegah upaya peretasan jarak jauh.