CEBU - Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Kota Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026) waktu setempat untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN. Kedatangan Prabowo menjadi sorotan setelah menggunakan kendaraan taktis Maung MV3 buatan dalam negeri menuju lokasi acara.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan penggunaan Maung MV3 menjadi simbol kebanggaan industri pertahanan nasional Indonesia di forum internasional.
"Untuk pertama kalinya, saat mendarat di luar negeri, Presiden Prabowo dijemput dengan mobil Maung, kendaraan kebanggaan bangsa Indonesia hasil pengembangan industri pertahanan nasional," ujar Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet.
Baca Juga: Sugiono Ajak ASEAN Kompak Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah di Tengah Situasi Global Memanas Menurut Teddy, selama berada di Filipina, Prabowo akan menggunakan kendaraan taktis ringan tersebut dalam seluruh rangkaian agenda KTT ASEAN.
Ia menjelaskan, Maung MV3 telah dikembangkan sejak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan dan kini diproduksi oleh PT Pindad dengan jumlah produksi mencapai lebih dari 3.200 unit.
"Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia," kata Teddy.
KTT ASEAN ke-48 di Cebu sendiri menjadi forum penting bagi negara-negara Asia Tenggara untuk memperkuat kerja sama kawasan di tengah dinamika global yang berkembang.
Dalam agenda tersebut, Prabowo dijadwalkan membahas sejumlah isu strategis bersama para pemimpin ASEAN, mulai dari penguatan ekonomi kawasan, ketahanan energi, hingga koordinasi menghadapi tantangan geopolitik global.
Selain itu, forum Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) juga menjadi salah satu agenda utama untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi subkawasan ASEAN.
Pemerintah berharap kehadiran Indonesia dalam KTT ASEAN kali ini dapat memperkuat soliditas kawasan sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu motor penggerak kerja sama strategis di Asia Tenggara.*
(in/dh)