ASTANA – Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Air, Retno Marsudi, bertemu langsung dengan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Kazakhstan di bidang pengelolaan air serta perubahan iklim global.
Pertemuan tersebut berlangsung di Astana dan menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan krisis air dan dampak perubahan iklim.
Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Fadjroel Rachman, menyebut Indonesia menjadi salah satu rujukan penting bagi Kazakhstan dalam pengelolaan sumber daya air dan implementasi kerja sama internasional di sektor tersebut.
Baca Juga: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Pasukan UNIFIL Hal ini, menurutnya, tercermin dari keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan The 10th World Water Forum di Bali pada Mei 2024, yang dihadiri 160 negara dan sekitar 2.000 delegasi internasional.
"Forum tersebut menjadi salah satu contoh keberhasilan Indonesia dalam mendorong kerja sama global di bidang air," ujar Fadjroel dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Retno Marsudi juga disebut berdiskusi langsung dengan Presiden Tokayev, yang direncanakan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta pada 2026 untuk bertemu Presiden RI.
Selain bertemu Presiden Kazakhstan, Retno juga melakukan sejumlah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kazakhstan Yermek Kosherbayev serta Duta Besar Khusus Kazakhstan untuk Air Zulfiya Sulaimenova.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama teknis dan kebijakan terkait pengelolaan air, serta strategi bersama menghadapi dampak perubahan iklim global yang semakin kompleks.
Fadjroel menegaskan bahwa kunjungan ini memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi lingkungan dan isu sumber daya air di tingkat global.*
(in/dh)