TEHERAN — Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka serius di bagian kaki dan wajah setelah serangan udara yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.
Serangan tersebut juga menewaskan ayahnya, Ali Khamenei.
Laporan itu pertama kali disampaikan The New York Times pada Kamis, 23 April 2026, dengan mengutip sejumlah pejabat Iran yang tidak disebutkan identitasnya.
Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.280 per Dolar AS, Masih Tertekan Sentimen Global Menurut para pejabat tersebut, kondisi Mojtaba Khamenei cukup serius, terutama pada bagian kaki.
"Satu kakinya telah dioperasi tiga kali dan ia sedang menunggu kaki palsu," kata mereka seperti dikutip laporan itu.
Selain luka di kaki, ia juga disebut menjalani operasi pada salah satu tangannya dan masih dalam proses pemulihan fungsi.
Cedera pada wajah dan bibirnya dilaporkan cukup parah hingga menyulitkan proses berbicara.
"Pada akhirnya, ia akan membutuhkan operasi plastik," ujar salah satu pejabat Iran dalam laporan tersebut.
Meski mengalami luka serius, Mojtaba disebut masih memiliki kesadaran penuh dan tetap terlibat dalam sejumlah urusan negara dari lokasi yang dirahasiakan.
Dalam kondisi tersebut, sebagian kewenangan pengambilan keputusan disebut sementara dialihkan kepada para jenderal di Korps Garda Revolusi Iran.
Kelompok militer ideologis itu diketahui memiliki pengaruh kuat dalam struktur kekuasaan di Teheran.
Akses terhadap Mojtaba Khamenei juga dilaporkan sangat dibatasi dengan alasan keamanan.