JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berencana menambah jumlah konser K-Pop di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap industri musik asal Korea Selatan tersebut.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, rencana tersebut muncul dalam pembahasan yang menyoroti besarnya antusiasme penggemar K-Pop di Tanah Air.
"Ini khusus untuk penggemar K-Pop, Bapak Presiden berencana meningkatkan jumlah konser bagi para pencinta K-Pop," ujar Sugiono dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Luhut Lapor ke Prabowo, Ekonomi RI Diproyeksi Stabil 3 Bulan Meski Tekanan Global Tak hanya itu, Sugiono juga menyoroti keterlibatan Indonesia dalam industri K-Pop yang semakin luas. Ia mengaku baru mengetahui adanya warga negara Indonesia yang berhasil menjadi bagian dari grup K-Pop di Korea Selatan.
Hal ini dinilai sebagai sinyal bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mulai berperan sebagai pelaku dalam industri hiburan global tersebut.
Rencana penambahan konser K-Pop ini juga berkaitan dengan kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Korea Selatan dan Jepang pada akhir Maret lalu. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat hubungan bilateral, termasuk di sektor ekonomi dan budaya.
Dari sisi ekonomi, kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis. Kerja sama dengan Jepang mencapai nilai 23,63 miliar dolar AS, sementara dengan Korea Selatan sebesar 10 miliar dolar AS.
Di tengah capaian tersebut, wacana memperbanyak konser K-Pop menjadi salah satu bentuk penguatan kerja sama di sektor budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru di industri kreatif.
Jika terealisasi, Indonesia berpotensi menjadi salah satu destinasi utama tur artis K-Pop dunia, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor hiburan dan pariwisata.
Bagi para penggemar, kabar ini tentu menjadi angin segar. Harapan untuk menyaksikan lebih banyak idol K-Pop tampil langsung di Indonesia kini semakin terbuka.*
(in/dh)