JAKARTA — Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) tengah menyiapkan rencana evakuasi ratusan kapal yang terjebak di kawasan Selat Hormuz di Teluk Arab, menyusul meningkatnya ketegangan akibat konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengatakan rencana tersebut disusun sebagai langkah antisipasi untuk mengamankan jalur pelayaran internasional yang terdampak situasi keamanan di kawasan tersebut.
"Rencana ini hanya dapat diaktifkan ketika ada tanda-tanda de-eskalasi yang jelas," kata Dominguez di sela-sela konferensi Pekan Maritim Singapura, dikutip Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.143 per Dolar AS di Tengah Sentimen Geopolitik Global Ia menjelaskan, skema evakuasi masih dalam tahap pembahasan teknis, termasuk pengaturan urutan keberangkatan kapal berdasarkan kondisi awak dan lamanya kapal tertahan di wilayah tersebut.
IMO juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara pesisir seperti Iran dan Oman, serta negara-negara terkait lainnya untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan aman dan terkoordinasi.
Rencana tersebut akan memanfaatkan jalur pelayaran lama yang telah disepakati sejak 1968 melalui Skema Pemisahan Lalu Lintas yang diusulkan oleh Iran dan Oman dan diadopsi oleh IMO.
Di sisi lain, Iran dilaporkan telah mengembangkan sistem rute khusus di sekitar wilayah perairannya dalam beberapa pekan terakhir, termasuk penerapan skema biaya tertentu bagi kapal yang melintas.
Situasi di Selat Hormuz menjadi perhatian global karena merupakan jalur utama distribusi minyak dunia yang sangat strategis, sehingga gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi stabilitas energi internasional.*
(d/dh)