JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut kesepakatan damai antara AS dan Iran telah berada dalam tahap sangat dekat. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendorong Indonesia ikut mengambil peran dalam upaya diplomasi global tersebut.
Dave mengatakan, setiap sinyal positif menuju perdamaian di kawasan Timur Tengah patut diapresiasi karena memiliki dampak strategis terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi global, termasuk Indonesia.
"Setiap sinyal positif menuju perdamaian di kawasan Timur Tengah patut diapresiasi, karena stabilitas kawasan tersebut memiliki dampak strategis bagi keamanan dan perekonomian global, termasuk bagi Indonesia," kata Dave kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: Dokter Tifa Akan ke Jepang Telusuri Keaslian Gelar Akademik Rismon Sianipar di Yamaguchi University Ia menegaskan Indonesia, dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, memiliki ruang untuk berperan sebagai jembatan komunikasi dalam upaya perdamaian tersebut. Peran itu, menurutnya, dapat diwujudkan melalui diplomasi multilateral dan dorongan dialog antar pihak terkait.
Dalam konteks tersebut, Dave menyebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap menjadi wadah utama dalam memastikan proses perdamaian berjalan sesuai hukum internasional dan memiliki legitimasi global.
"Indonesia juga dapat menawarkan pengalaman sebagai negara dengan mayoritas Muslim yang menjunjung tinggi nilai moderasi, toleransi, dan perdamaian," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai Indonesia perlu memperkuat koordinasi dengan mitra strategis di tingkat regional maupun global serta konsisten menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
"Perdamaian bukan hanya kepentingan satu kawasan, melainkan kepentingan umat manusia secara keseluruhan," tegasnya.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa AS dan Iran telah "sangat dekat" mencapai kesepakatan damai. Ia bahkan membuka kemungkinan menghadiri penandatanganan kesepakatan tersebut di Pakistan, jika proses finalisasi dilakukan di Islamabad.*
(d/dh)