BEIRUT – Militer Israel dilaporkan melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Lebanon hanya beberapa menit sebelum gencatan senjata mulai berlaku, Jumat (17/4/2026) dini hari waktu setempat.
Media Lebanon menyebut, sedikitnya 11 kota di wilayah selatan menjadi sasaran bombardir oleh jet tempur Israel, sekitar 10 menit sebelum kesepakatan gencatan senjata diberlakukan.
Beberapa lokasi yang diserang di antaranya Aanqoun, Jbsheet, Kfar Dounin, hingga Deir Ez Zahrani. Serangan juga dilaporkan berlanjut ke sejumlah titik lainnya dalam waktu berdekatan.
Baca Juga: PBB Desak Hizbullah Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel, Berlaku 10 Hari Pihak Israel Defense Forces (IDF) menyatakan, serangan tersebut menargetkan peluncur roket milik Hizbullah yang digunakan untuk menyerang wilayah Israel utara.
"IDF menyerang peluncur yang digunakan Hizbullah untuk meluncurkan roket ke arah Israel utara beberapa saat yang lalu," demikian pernyataan militer Israel.
Tak lama setelah itu, Hizbullah dilaporkan melancarkan serangan balasan dengan menembakkan roket ke wilayah Israel, kurang dari lima menit sebelum gencatan senjata berlaku.
Kelompok tersebut juga disebut melakukan serangan intensif terhadap posisi militer Israel di kawasan perbatasan, termasuk di wilayah Bint Jbeil.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama 10 hari, sebagai upaya meredakan konflik yang telah menewaskan ribuan orang.
Kesepakatan tersebut dicapai setelah komunikasi antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
Meski demikian, Netanyahu dilaporkan tetap memerintahkan pasukannya untuk bertahan di wilayah Lebanon selatan, dengan alasan kepentingan strategis dan hubungan dengan Amerika Serikat.
Gencatan senjata ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perdamaian, meski ketegangan di lapangan masih tinggi menjelang pemberlakuannya.*
(in/dh)