NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mendesak kelompok Hizbullah untuk mematuhi gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui juru bicara PBB, Stéphane Dujarric, dalam konferensi pers pada Kamis.
"Untuk mematuhi gencatan senjata. Rakyat Lebanon telah sangat menderita, dan penduduk di Israel utara juga berhak hidup dalam damai," ujar Dujarric.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke 7.663, Didorong Sentimen Global dan Bursa AS Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari.
Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada Kamis (16/4) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4) pukul 04.00 WIB.
Trump juga menyatakan rencana untuk mengundang kedua pemimpin ke Washington guna melanjutkan pembicaraan lebih mendalam terkait upaya perdamaian jangka panjang.
Selain itu, pemerintah AS menugaskan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk berkoordinasi dengan pihak Israel dan Lebanon dalam mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
PBB berharap seluruh pihak dapat mematuhi kesepakatan tersebut guna mengakhiri konflik dan mengurangi penderitaan masyarakat sipil di kedua wilayah.*
(an/dh)