JAKARTA - Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) akan diperpanjang selama satu hari. Pembicaraan kedua negara dijadwalkan kembali berlangsung di Islamabad pada Minggu (12/4/2026).
Keputusan perpanjangan ini diambil meski kedua pihak masih memiliki sejumlah perbedaan dalam proses negosiasi.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa dialog tetap dilanjutkan guna mencari titik temu.
Baca Juga: KPK Ungkap Bupati Tulungagung Terima Rp2,7 Miliar, Dipakai Beli Sepatu hingga Bagi THR "Negosiasi akan terus berlanjut meskipun terdapat sejumlah perbedaan," demikian pernyataan pemerintah Iran melalui kanal resminya.
Sebelumnya, Iran dan AS telah memulai pembicaraan di Islamabad pada Sabtu (11/4), setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran.
Delegasi Iran dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.
Sementara itu, delegasi AS dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance bersama utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta Jared Kushner.
Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut terkait hasil konkret dari perundingan tersebut. Namun, perpanjangan waktu negosiasi menunjukkan kedua pihak masih berupaya mencapai kesepakatan.*
(an/dh)