JAKARTA — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ahmad Muzani, mendesak negara-negara yang terlibat konflik di Timur Tengah untuk segera menghentikan perang dan kembali menempuh jalur diplomasi.
Seruan ini disampaikan menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
"Perang di Timur Tengah adalah bencana besar bagi kemanusiaan, ekonomi, dan ekologi global," kata Muzani dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.
Baca Juga: Rudal Israel Hantam Dekat Sekolah Penampungan Pengungsi di Gaza, 10 Warga Tewas Menurut Muzani, konflik yang terus berlanjut telah memicu berbagai krisis global, mulai dari krisis energi hingga gangguan terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Ia menilai dampaknya juga mulai dirasakan di sejumlah negara, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Kenaikan harga kebutuhan pokok di sejumlah negara, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, dan Vietnam, disebut sebagai salah satu efek tidak langsung dari konflik tersebut. Bahkan, negara di luar kawasan seperti Australia juga mengalami dampak serupa.
Muzani menegaskan bahwa perang tidak hanya merusak infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga memperburuk penderitaan masyarakat sipil. Ia mengingatkan pentingnya peran diplomasi sebagai solusi utama dalam menyelesaikan konflik internasional.
"Perang menunjukkan kegagalan diplomasi. Karena itu, semua pihak harus kembali ke meja perundingan," ujarnya.
Ia juga menyoroti peran Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, termasuk melalui keterlibatan prajurit TNI dalam misi penjaga perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.
Menurut Muzani, kontribusi tersebut merupakan bagian dari amanat konstitusi Indonesia untuk menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.*
(mt/dh)