JAKARTA — Sejumlah negara mulai berhasil melintasi Selat Hormuz meski ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran belum mereda.
Jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi energi global itu sebelumnya sempat ditutup Iran sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.
Sejumlah laporan menyebutkan, kapal dari Perancis dan Jepang termasuk yang berhasil melewati jalur tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Israel, Sejumlah Kota Dilaporkan Terbakar Kapal kontainer milik perusahaan pelayaran CMA CGM dilaporkan melintas pada Jumat, 3 April 2026. Berdasarkan data pelacakan, kapal tersebut bergerak melalui jalur dekat Oman untuk menghindari wilayah sensitif.
Sementara itu, perusahaan pelayaran Jepang, Mitsui O.S.K. Lines, memastikan kapal pengangkut gas alam mereka berhasil keluar dari Selat Hormuz dengan selamat.
Di sisi lain, laporan menyebutkan sekitar 100 kapal telah melintasi kawasan tersebut hingga akhir Maret, meski sebagian besar merupakan kapal yang memiliki afiliasi dengan Iran, serta kapal dari Pakistan dan India.
Aktivitas pelayaran di jalur ini masih jauh dari kondisi normal. Volume lalu lintas disebut turun hingga 95 persen akibat meningkatnya risiko keamanan, termasuk ancaman ranjau dan serangan rudal.
Upaya diplomasi juga terus dilakukan. Inggris dilaporkan mengumpulkan sekitar 40 negara untuk membahas strategi membuka kembali akses Selat Hormuz secara aman.
Dari kawasan Asia Tenggara, Malaysia juga disebut telah memperoleh izin dari Iran untuk melintasi jalur tersebut. Sejumlah kapal tanker dilaporkan tengah bersiap meninggalkan kawasan selat.
Meski demikian, para pelaku industri pelayaran mengingatkan bahwa kondisi di Selat Hormuz masih berisiko tinggi. Ancaman keamanan membuat jalur tersebut belum sepenuhnya pulih sebagai jalur utama perdagangan energi dunia.*
(k/dh)