LOS ANGELES – Ribuan orang turun ke jalan di pusat kota Los Angeles (LA), Amerika Serikat, dalam aksi protes besar-besaran bertajuk "No Kings". Polisi setempat sempat mengeluarkan perintah pembubaran dan menembakkan gas air mata untuk mengendalikan kerumunan.
Bentrokan terjadi beberapa jam setelah pawai damai berakhir di depan Pusat Penahanan Federal, lokasi yang sebelumnya kerap menjadi titik bentrok antara pengunjuk rasa dan agen federal terkait kebijakan imigrasi pemerintahan Trump.
"Polisi memblokir jalan dan menangkap peserta yang menolak untuk bubar," ujar laporan NBC dan Associated Press, Minggu (29/3/2026).
Baca Juga: Iran Mengancam Universitas Amerika di Timur Tengah Setelah Serangan AS-Israel ke Teheran Dalam persiapan menghadapi kerumunan, Caltrans telah memasang gerbang keamanan di sepanjang akses Jalan Tol 101, untuk mencegah blokade lalu lintas.
Pada aksi sebelumnya, sebagian demonstran sempat memindahkan protes ke jalur jalan tol, memicu kemacetan parah.
Penyelenggara "No Kings" menyebut protes Sabtu sebagai "hari protes tanpa kekerasan terbesar dalam sejarah Amerika modern", dengan klaim 8 juta orang terlibat di lebih dari 3.300 acara di seluruh 50 negara bagian dan hampir setiap benua.
Di kota lain seperti Denver, polisi juga menyatakan demonstrasi ilegal, melepaskan tabung asap setelah beberapa pengunjuk rasa memblokir jalan. Setidaknya sembilan orang ditangkap karena melempar benda ke petugas dan melawan perintah.*
(d/dh)