JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan Arab Saudi untuk bergabung dalam Abraham Accords di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat konflik dengan Iran.
Seruan itu disampaikan Trump dalam pidatonya pada forum investasi di Miami yang terkait dengan dana kekayaan negara Arab Saudi.
"Timur Tengah akan berubah, dan masa depan kawasan itu tidak pernah terlihat lebih cerah," kata Trump, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga: Naik Lagi! Harga Emas Antam Tembus Rp2,837 Juta per Gram Ia menyebut normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel sebagai langkah penting untuk menciptakan stabilitas kawasan.
"Kita telah membuat Kesepakatan Abraham. Saya harap Anda akhirnya akan bergabung," ujarnya.
Trump juga menyinggung sikap Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, yang sebelumnya belum bergabung dalam kesepakatan tersebut.
Namun, ia menilai momentum kini telah berubah seiring dengan perkembangan konflik dengan Iran.
"Kita sekarang telah mengalahkan mereka. Ini saatnya," kata Trump, merujuk pada tekanan terhadap Iran dalam konflik terbaru.
Kesepakatan Abraham sebelumnya dimediasi Amerika Serikat pada 2020 untuk menormalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.
Namun, upaya perluasan kesepakatan itu terhambat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah konflik di Gaza yang dipicu serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober 2023.
Respons militer Israel terhadap Gaza memicu reaksi keras dari negara-negara mayoritas Muslim, termasuk Arab Saudi.
Forum investasi yang dihadiri Trump turut dibayangi eskalasi konflik dengan Iran. Ketegangan ini mendorong lonjakan harga energi global dan meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.