WASHINGTON, D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh berpengaruh di Iran terkait kemungkinan perubahan kepemimpinan di negara tersebut.
Namun, Trump menolak mengungkap identitas sosok yang disebut-sebut berpotensi menjadi pemimpin Iran berikutnya.
Trump menyatakan alasan utama merahasiakan identitas tersebut adalah demi keselamatan individu yang bersangkutan.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah di Level 7.084, Tekanan Global Bikin Pasar Gemetar "Saya tidak ingin dia dibunuh," ujar Trump dalam pernyataannya.
Menurut Trump, sosok yang dimaksud bukan figur biasa.
Ia menyebut individu tersebut memiliki pengaruh besar dan dihormati oleh masyarakat Iran, serta berpeluang memimpin jika terjadi pergantian rezim.
Trump juga menegaskan komunikasi yang dilakukan bukan dengan pemimpin tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei.
Ia mengklaim pembicaraan berlangsung dengan sejumlah pihak lain yang memiliki peran strategis dalam dinamika politik Iran.
Dalam pernyataan yang sama, Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat tengah membahas isu-isu penting dengan pihak Iran, termasuk masa depan jalur perdagangan global di Selat Hormuz.
Ia bahkan membuka kemungkinan pengelolaan bersama jalur tersebut dengan kepemimpinan Iran di masa depan.
"Itu akan segera dibuka. Akan dikendalikan bersama. Mungkin saya, Amerika Serikat, dan Ayatollah—siapa pun pemimpinnya nanti," kata Trump.
Lebih jauh, Trump memberi sinyal adanya potensi perubahan besar dalam struktur kekuasaan di Iran.