TEL AVIV – Serangan rudal dari Iran menewaskan dua orang di wilayah pinggiran Tel Aviv, Israel, Rabu (18/3/2026).
Pihak berwenang melaporkan bahwa amunisi yang jatuh menghantam sejumlah lokasi di Israel tengah, setelah sehari sebelumnya Israel melakukan serangan udara di Iran dan Lebanon.
Rekaman dari Ramat Gan menunjukkan petugas polisi, penyelamat, dan personel militer bekerja di jalanan yang dipenuhi puing-puing.
Baca Juga: Imbas Perang Timur Tengah, BI Bongkar Tekanan Global yang Turunkan Proyeksi Ekonomi Layanan medis darurat Magen David Adom mengatakan dua korban tewas ditemukan di tempat kejadian, sementara di Bnei Brak seorang pria menderita luka ringan akibat pecahan peluru.
"Kami melihat asap mengepul dari sebuah bangunan dengan kerusakan parah dan pecahan kaca," kata pernyataan resmi tim medis.
Polisi Israel menyebutkan para ahli penjinak bom tengah beroperasi di beberapa lokasi dampak. Sementara itu, perusahaan kereta api nasional menangguhkan operasinya di seluruh negeri karena kerusakan peron akibat pecahan peluru, meski tidak ada korban jiwa dilaporkan di jalur kereta.
Dalam pernyataan terpisah, Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel memastikan tim pencarian dan penyelamatan bekerja di sejumlah titik dampak di Israel tengah.
Garda Revolusi Iran mengklaim serangan rudal tersebut sebagai pembalasan atas kematian Dr. Ali Larijani, kepala keamanan Iran, yang tewas akibat serangan Israel sehari sebelumnya.
Israel telah mengonfirmasi operasi yang menewaskan Larijani, sementara Teheran mengkonfirmasi kematiannya.
Sejak awal perang Timur Tengah akhir bulan lalu, serangan rudal telah menewaskan 14 orang di Israel, menunjukkan eskalasi ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut.*
(d/dh)