RUSIA– Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov memperingatkan bahwa krisis Palestina semakin terpinggirkan di tengah eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Dalam konferensi pers yang digelar di Moskow pada Selasa (17/3), Lavrov menekankan bahwa meskipun ketegangan di Timur Tengah semakin intensif, masalah Palestina yang telah lama menjadi isu sentral dunia, kini semakin dilupakan.
"Palestina dengan mudah terlupakan saat dunia teralihkan oleh perang yang berlangsung antara AS-Israel dan Iran. Padahal, sebelum serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, diskusi utama soal Timur Tengah berfokus pada pembentukan negara Palestina," ujar Lavrov, seperti yang dilansir oleh TRT World.
Baca Juga: Istana Rencanakan Pemotongan Gaji Menteri hingga DPR untuk Hadapi Krisis Ekonomi Global Lavrov menggambarkan kondisi ini sebagai "pukulan paling serius terhadap reputasi komunitas internasional", khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurutnya, dunia harus kembali fokus pada penyelesaian masalah Palestina dan tidak hanya terfokus pada konflik terbaru yang melibatkan AS dan Israel di satu sisi, serta Iran di sisi lainnya.
"Negara-negara di kawasan ini, terutama negara-negara Arab, perlu mengakui tanggung jawab mereka dalam mendorong penyelesaian yang adil untuk Palestina. Kami di Rusia siap untuk mendukung pendekatan tersebut," tegas Lavrov.
Terkait meningkatnya ketegangan antara AS, Israel, dan Iran, Lavrov menilai penghentian permusuhan sebagai langkah mendesak dan prioritas utama.
Ia menggarisbawahi pentingnya menghentikan serangan yang merusak infrastruktur sipil dan mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Lavrov juga menegaskan bahwa Washington dan Tel Aviv sudah mulai menyadari kesalahan perhitungan mereka dalam melancarkan serangan cepat terhadap Teheran.
"Semua upaya harus difokuskan untuk memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam krisis ini segera menghentikan aksi-aksi yang memperburuk situasi," tambahnya.
Menlu Rusia itu juga menyatakan kesiapan negaranya untuk berperan sebagai mediator dalam penyelesaian konflik ini.
Ia menekankan pentingnya memberikan jaminan keamanan bagi Iran sebagai langkah untuk meredakan ketegangan.