WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras kepada NATO terkait krisis Selat Hormuz.
Menurutnya, masa depan aliansi militer transatlantik itu bisa berada dalam bahaya jika negara-negara anggota gagal membantu AS mengatasi blokade yang dilakukan Iran di jalur strategis tersebut.
Dalam wawancara dengan Financial Times pada Minggu (15/3/2026), Trump menegaskan bahwa negara-negara yang mendapatkan keuntungan dari jalur perdagangan energi seharusnya turut bertanggung jawab menjaga keamanan Selat Hormuz.
Baca Juga: Kondisi Sungai Batangtoru Memburuk, Tradisi Marpangir dan Mamasu Dahanon Terancam Hilang "Sudah sepatutnya orang-orang yang mendapat manfaat dari Selat tersebut membantu memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi di sana," ujar Trump.
Trump menambahkan, Eropa dan China sangat bergantung pada minyak dari Teluk, berbeda dengan AS. Ia menekankan bahwa kegagalan sekutu untuk membantu akan berdampak buruk pada masa depan NATO.
Dalam percakapan telepon selama delapan menit dengan FT, Trump menyatakan, sekutu harus bersiap mengirim kapal penyapu ranjau dan tim komando untuk melumpuhkan aktor-aktor yang mengganggu jalur Selat Hormuz.
Trump juga mengisyaratkan bahwa ia menunda pertemuan puncak dengan Presiden China, Xi Jinping, jika Beijing tidak berperan dalam membuka blokade.
Trump menyinggung pengalaman AS dalam membantu Ukraina dan menekankan perlunya tim internasional untuk menjaga jalur vital itu.
"Kita sudah membantu mereka, sekarang kita akan lihat apakah mereka akan membantu kita," tambahnya.
Situasi Selat Hormuz memburuk setelah serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran dua minggu lalu. Blokade tersebut menyebabkan harga minyak internasional naik 45 persen, mencapai 106 dollar per barel.*
(k/dh)