NEW YORK– Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran bisa segera berakhir.
Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara dengan Fox News Radio, program The Brian Kilmeade, Jumat (13/3/2026).
"Setelah ini berakhir, dan saya rasa tidak akan lama lagi ini, situasinya akan kembali memburuk dengan cepat," kata Trump ketika ditanya mengenai kapan konflik akan rampung.
Baca Juga: Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR untuk Mengurangi Beban Anggaran Akibat Konflik Timur Tengah Trump menambahkan, indikator berakhirnya perang itu akan muncul dari "firasat yang sangat kuat" yang ia rasakan.
Sejak 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran.
Aksi itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta keluarga dan sejumlah pejabat keamanan tinggi Iran.
Total korban tewas saat ini dilaporkan mencapai lebih dari 1.300 orang, termasuk anak-anak dan perempuan.
Tak lama setelah serangan, Iran membalas dengan menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Intensitas serangan meningkat ketika Khamenei dinyatakan meninggal dunia, dan Iran menutup jalur perdagangan minyak strategis Selat Hormuz.
Trump menyebut serangan udara terbaru AS ke markas militer Iran di Pulau Kharg, dekat Selat Hormuz, sebagai salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah.
Menurutnya, serangan tersebut sengaja menghindari infrastruktur minyak Iran.
Namun, Trump memperingatkan bahwa jika Iran dan sekutunya mengganggu kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, AS mempertimbangkan untuk menghancurkan fasilitas minyak Teheran.