TEHERAN – Korban jiwa akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran terus meningkat. Pemerintah Iran mencatat sedikitnya 1.255 warga tewas dan lebih dari 12.000 lainnya terluka selama sembilan hari terakhir serangan, sejak 28 Februari 2026.
Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, menjelaskan, korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia.
"Usia para korban berkisar antara delapan bulan hingga 88 tahun," ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Indonesia Prihatin, Desak AS-Israel dan Iran Hentikan Aksi Militer Di antara korban tewas, sekitar 200 orang merupakan perempuan, dan 168 anak meninggal dunia akibat serangan yang menimpa sebuah sekolah dasar di Minab.
Tidak hanya warga sipil, tenaga medis juga terdampak. Sebanyak 55 tenaga kesehatan terluka, dan 11 orang tewas, termasuk empat dokter, dua perawat, dan tiga petugas layanan darurat.
Perang ini telah memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah.
Hingga kini, pertempuran dan serangan balasan masih berlangsung. Dampak konflik juga dirasakan secara global, termasuk lonjakan harga minyak dan ketidakstabilan ekonomi.*
(in/dh)