JAKARTA – Pemerintah Indonesia kembali menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan menyerukan kepada Amerika Serikat serta Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran.
Pernyataan ini disampaikan Kementerian Luar Negeri RI pada Senin (9/3/2026), menyusul laporan dari perwakilan RI di kawasan tentang situasi keamanan yang memburuk.
"Pemerintah Indonesia menyampaikan serious concern atas meningkatnya dan meluasnya ketegangan serta dampaknya di Timur Tengah," ujar pernyataan resmi Kemlu RI.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.949 per Dolar AS, Harga Minyak Dunia Melonjak Selain menyerukan penghentian serangan oleh AS dan Israel, Indonesia juga mendesak Iran menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Indonesia menekankan pentingnya ketaatan pada prinsip hukum internasional, khususnya larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara.
Pemerintah mendorong semua pihak menahan diri, meredakan ketegangan, serta kembali ke jalur diplomasi dan dialog.
Pemerintah Indonesia juga memantau secara cermat dampak konflik terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di kawasan, dan telah menyiapkan langkah kontijensi, termasuk repatriasi jika diperlukan.
Langkah diplomatik ini menunjukkan posisi Indonesia sebagai mediator yang mendorong penyelesaian konflik berbasis hukum internasional, sekaligus menegaskan komitmen untuk perlindungan WNI di luar negeri.*
(mt/dh)