ABU DHABI – Sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) hari ini mengumumkan keberhasilan mencegat 9 rudal balistik dan 109 drone dalam eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.
Informasi ini dilaporkan oleh Kementerian Pertahanan UEA, Jumat (6/3/2026), mengutip data dari BBC dan Al Jazeera.
Selain itu, tiga drone dilaporkan jatuh di wilayah Emirat, sementara 8 rudal jelajah Iran juga berhasil dihancurkan.
Baca Juga: Jika Harga Minyak Dunia Terus Naik, Purbaya: Kenaikan BBM Bisa Jadi Opsi untuk Tekan Defisit APBN Dengan demikian, total rudal balistik Iran yang telah dicegat UEA sejak awal konflik mencapai 190 unit.
Sejak pecahnya perang antara AS-Israel dan Iran, serangan ke wilayah UEA menewaskan tiga orang dan melukai 112 lainnya.
Pihak Kementerian Pertahanan menegaskan kesiapan angkatan bersenjata UEA untuk menghadapi segala ancaman demi menjaga keamanan, kedaulatan, dan stabilitas negara.
"Kami siap menghadapi setiap upaya yang dapat merusak keamanan negara. Perlindungan terhadap kedaulatan, stabilitas, dan kepentingan nasional adalah prioritas utama," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan UEA.
Pengumuman ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah, seiring eskalasi serangan rudal dan drone yang terus berlangsung.
Dunia internasional terus mengamati situasi, dengan kekhawatiran meningkatnya risiko konflik terbuka antara Iran, AS, dan Israel.*
(d/ad)