JAKARTA — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus melakukan diplomasi agar dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Upaya ini dilakukan melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Teheran, Iran, menyusul ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (ASPASAF) Kemlu, Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa pihak KBRI tengah melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah Iran untuk memastikan keselamatan kapal dan awaknya.
Baca Juga: Redam Konflik Timur Tengah, Prabowo dan PM Pakistan Rencanakan Kunjungan ke Teheran "Upaya diplomasi ini dilakukan agar kepentingan Indonesia terkait Pertamina dapat dilindungi, termasuk keamanan kapal saat melintasi Selat Hormuz," ujar Santo di Gedung Kemlu RI, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).
Santo menambahkan bahwa kondisi di Iran masih belum kondusif. Meski demikian, pihak Kemlu terus melakukan koordinasi agar komunikasi berjalan efektif.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa dua kapal tanker Pertamina saat ini masih bersandar di wilayah Selat Hormuz untuk menghindari risiko akibat konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Penutupan Selat Hormuz dilakukan Iran setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026, yang menewaskan lebih dari 1.000 warga Iran.
"Selagi kita melakukan negosiasi dan komunikasi, kami mencari solusi agar kapal dapat melanjutkan pelayaran dengan aman," kata Bahlil.
Diplomasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk menjaga keamanan aset nasional dan memastikan kontinuitas distribusi energi di tengah ketegangan internasional.*
(d/dh)