TEHERAN – Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran terus bertambah. Otoritas Teheran melaporkan sedikitnya 867 orang tewas sejak gelombang serangan dimulai pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.
Ribuan lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2.184 orang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, seperti dikutip Anadolu Agency pada Kamis (5/3/2026).
Sejak akhir pekan lalu, pasukan AS-Israel menyerang hampir 2.000 target di berbagai wilayah Iran, menggunakan lebih dari 2.000 amunisi.
Baca Juga: Kapolresta Denpasar Kunker ke Polsek Kuta Selatan, Tegaskan Soliditas dan Pelayanan Presisi Serangan menargetkan rudal, angkatan laut, serta lokasi komando dan kendali militer Iran. Beberapa pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan menjadi korban dalam gelombang serangan tersebut.
Iran merespons dengan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.
Teheran mengklaim setidaknya 560 tentara AS tewas atau luka-luka akibat serangan balasan, meski AS hanya mengonfirmasi enam tentara tewas. CENTCOM melaporkan lebih dari 500 rudal balistik dan 2.000 drone digunakan oleh Iran dalam serangan balasan.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam, memicu kekhawatiran global terhadap eskalasi konflik skala besar yang melibatkan kekuatan militer utama di kawasan.*
(dh)