JAKARTA – Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani, menyatakan bahwa Iran siap menghadapi konflik jangka panjang dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan di platform media sosial X, sebagaimana dilaporkan Press TV, Selasa (3/3/2026).
"Iran, tidak seperti Amerika Serikat, telah mempersiapkan diri untuk perang yang panjang," kata Larijani.
Baca Juga: Menko Pangan Tegaskan Impor 1.000 Ton Beras dari AS Hanya untuk Segmen Khusus Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak memulai serangan ofensif, melainkan hanya bertindak untuk membela diri.
"Seperti dalam 300 tahun terakhir, angkatan bersenjata kita yang gagah berani tidak terlibat dalam satu pun operasi ofensif, hanya bertindak untuk membela diri," tambah Larijani.
Larijani juga menegaskan bahwa Iran akan "dengan gigih membela diri dan peradabannya yang berusia enam ribu tahun tanpa mempedulikan harga apa pun," dan memperingatkan bahwa musuh akan "menyesali kesalahan perhitungan mereka."
Pernyataan ini muncul menyusul eskalasi terbaru agresi udara oleh AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026), hanya delapan bulan setelah serangan sebelumnya terhadap Republik Islam Iran.
Serangan itu menewaskan pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, meskipun Teheran saat itu tengah terlibat dalam pembicaraan diplomatik mengenai program nuklir dengan Washington.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah pendudukan Israel dan pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Larijani menegaskan bahwa kesigapan militer Iran merupakan langkah pertahanan strategis jangka panjang, berbeda dengan pendekatan AS.*
(d/dh)