TEHERAN– Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Iran menyerang sebuah kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, Minggu (1/3/2026).
Serangan ini menimbulkan empat orang terluka, sementara seluruh awak kapal berhasil dievakuasi.
Kapal tanker SKYLIGHT, berbendera Palau, menjadi sasaran serangan setelah dianggap melanggar perintah larangan melintas di selat strategis tersebut.
Baca Juga: Ketegangan Timur Tengah Meningkat: Hizbullah Serang Israel Sebagai Respons Kematian Ali Khamenei Televisi pemerintah Iran menyatakan kapal tanker itu "secara ilegal mencoba" menyeberangi Selat Hormuz.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kapal terbakar dan mengeluarkan kepulan asap tebal dari badan kapal.
Menurut Oman Maritime Security Centre, kapal diserang sekitar lima mil laut utara Pelabuhan Khasab, Kegubernuran Musandam. Dari 20 awak kapal, 15 merupakan warga India dan lima warga Iran, semuanya telah dievakuasi dengan selamat.
Serangan ini merupakan respons Iran terhadap serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi sejak Sabtu (28/2/2026).
Serangan udara tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Otoritas Oman mengimbau semua kapal yang melintas di Selat Hormuz untuk tetap waspada dan mematuhi peraturan navigasi yang berlaku.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pengiriman minyak strategis dunia, dan gangguan di wilayah ini berpotensi memengaruhi harga minyak global.
Analisis Singkat: Serangan ini menambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dan menjadi pengingat pentingnya keamanan jalur laut internasional yang vital bagi ekonomi global.*
(mi/dh)