TEHERAN — Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad-Reza Aref, mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan, yang menewaskan 108 orang, Minggu (1/3/2026).
Dalam pernyataannya yang dilansir IRNA, Aref menyebut serangan ini sebagai contoh nyata kejahatan perang dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan tindakan agresi ini tanpa hukuman.
Baca Juga: Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung "Keamanan dan martabat bangsa Iran adalah garis merah kami. Tidak ada agresi yang akan dibiarkan tanpa konsekuensi," kata Aref.
Ia menambahkan, Iran akan menggunakan seluruh potensi hukum, politik, dan diplomasi internasional untuk menindaklanjuti serangan ini di forum internasional, dan berharap komunitas global tidak tinggal diam.
Serangan yang terjadi sejak Sabtu (28/2) waktu Iran menargetkan sejumlah lokasi, termasuk sekolah dasar putri di Minab.
Dampak serangan ini memicu kebijakan pemerintah Iran untuk menutup seluruh universitas sebagai langkah antisipatif dan tanggapan atas kondisi keamanan nasional yang memburuk.
Kasus ini menambah ketegangan di wilayah tersebut menyusul kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan sebelumnya yang dilaporkan pada akhir Februari 2026.
Kementerian luar negeri Iran dan berbagai badan internasional saat ini tengah memantau perkembangan, sementara dunia internasional diharapkan menyoroti dan mengecam pelanggaran hak asasi dan hukum humaniter internasional yang terjadi.*
(d/dh)