WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan tidak ada pihak yang boleh menantang kekuatan militer AS menyusul operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Pernyataan itu disampaikan Sabtu, 28 Februari 2026, sebagai respons terhadap eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
Trump menyebut serangan itu sebagai peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba menantang dominasi militer Amerika.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Guncang Kripto, Bitcoin Anjlok ke US$ 63.840 Menurutnya, operasi militer tersebut bertujuan melindungi rakyat Amerika dari ancaman yang diklaim berasal dari rezim Iran.
"Rezim ini (Iran) segera menyadari bahwa tidak seorang pun boleh menantang kekuatan dan kehebatan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat," kata Trump, dikutip dari pernyataannya.
Trump menambahkan, serangan ini menargetkan fasilitas rudal dan industri persenjataan Iran. Tujuannya, menurut Trump, adalah memastikan Teheran tidak pernah memperoleh senjata nuklir.
"Kita akan memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Ini adalah pesan yang sangat sederhana. Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," tegasnya.
Dalam pidato kenegaraan di Kongres pekan lalu, Trump mengungkap Iran sedang membangun rudal yang bisa menjangkau Amerika Serikat.
Namun, sumber intelijen menyebut kemampuan Iran untuk memproduksi rudal balistik antar-benua (ICBM) masih jauh dari kenyataan.
Langkah militer gabungan ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik Iran-Israel-AS dan menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah serta potensi dampaknya terhadap stabilitas geopolitik global.*
(in/dh)